Jenis-Jenis Burung Anak Murai

Jenis-Jenis Burung Anak Murai

Burung murai merupakan salah satu jenis burung kicauan yang populer di kalangan pecinta burung. Burung ini dikenal dengan suaranya yang merdu dan bervariasi, serta penampilannya yang menawan. Dalam dunia perburungan, terdapat berbagai jenis burung anak murai yang memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing. Berikut ini adalah beberapa jenis burung anak murai yang umum dijumpai:

1. Murai Batu (Copsychus malabaricus)

Murai batu merupakan jenis burung murai yang paling populer dan banyak dipelihara. Burung ini memiliki ukuran tubuh sedang, sekitar 20-25 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang panjang dan berujung putih. Murai batu dikenal dengan suaranya yang lantang dan merdu, serta kemampuannya dalam menirukan suara burung lain.

2. Murai Air (Cincloramphus cruralis)

Murai air memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari murai batu, sekitar 15-20 cm. Bulunya berwarna coklat kehitaman dengan bagian bawah yang lebih terang. Burung ini sering ditemukan di sekitar perairan, seperti sungai atau rawa. Murai air memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi, serta kemampuan dalam menirukan suara burung lain.

3. Murai Kapas (Pachycephala pectoralis)

Murai kapas memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari murai batu, sekitar 25-30 cm. Bulunya berwarna coklat kehitaman dengan bagian bawah yang berwarna putih. Burung ini memiliki ciri khas berupa jambul di kepalanya yang menyerupai kapas. Murai kapas memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi, serta kemampuan dalam menirukan suara burung lain.

4. Murai Ekor Panjang (Enicurus maculatus)

Murai ekor panjang memiliki ukuran tubuh yang sedang, sekitar 20-25 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang sangat panjang, sekitar 30-40 cm. Burung ini sering ditemukan di sekitar hutan atau pegunungan. Murai ekor panjang memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi, serta kemampuan dalam menirukan suara burung lain.

5. Murai Api (Calliope calliope)

Murai api memiliki ukuran tubuh yang kecil, sekitar 12-15 cm. Bulunya berwarna merah terang dengan bagian bawah yang berwarna putih. Burung ini sering ditemukan di sekitar hutan atau pegunungan. Murai api memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi, serta kemampuan dalam menirukan suara burung lain.

6. Murai Borneo (Copsychus pyrropygus)

Murai Borneo memiliki ukuran tubuh yang sedang, sekitar 20-25 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan bagian bawah yang berwarna putih. Burung ini memiliki ciri khas berupa bulu ekor yang berwarna merah. Murai Borneo memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi, serta kemampuan dalam menirukan suara burung lain.

7. Murai Batu Medan (Copsychus malabaricus sumatranus)

Murai batu Medan merupakan subspesies dari murai batu yang berasal dari Sumatera. Burung ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari murai batu biasa, sekitar 25-30 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang panjang dan berujung putih. Murai batu Medan memiliki suara kicauan yang lebih merdu dan bervariasi dibandingkan dengan murai batu biasa.

8. Murai Batu Jawa (Copsychus malabaricus javanus)

Murai batu Jawa merupakan subspesies dari murai batu yang berasal dari Jawa. Burung ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari murai batu biasa, sekitar 20-25 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang panjang dan berujung putih. Murai batu Jawa memiliki suara kicauan yang lebih merdu dan bervariasi dibandingkan dengan murai batu biasa.

9. Murai Batu Kalimantan (Copsychus malabaricus stricklandii)

Murai batu Kalimantan merupakan subspesies dari murai batu yang berasal dari Kalimantan. Burung ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari murai batu biasa, sekitar 25-30 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang panjang dan berujung putih. Murai batu Kalimantan memiliki suara kicauan yang lebih merdu dan bervariasi dibandingkan dengan murai batu biasa.

BACA JUGA :  Pakan Anak Burung Murai Batu: Panduan Komprehensif

10. Murai Batu Sulawesi (Copsychus malabaricus celebensis)

Murai batu Sulawesi merupakan subspesies dari murai batu yang berasal dari Sulawesi. Burung ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari murai batu biasa, sekitar 20-25 cm. Bulunya berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang panjang dan berujung putih. Murai batu Sulawesi memiliki suara kicauan yang lebih merdu dan bervariasi dibandingkan dengan murai batu biasa.

Perbedaan Jenis Burung Anak Murai

Meskipun memiliki kemiripan, setiap jenis burung anak murai memiliki perbedaan yang khas. Perbedaan tersebut meliputi:

  • Ukuran tubuh: Murai batu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan murai air dan murai kapas.
  • Warna bulu: Murai batu memiliki bulu berwarna hitam mengkilap, sedangkan murai air berwarna coklat kehitaman dan murai kapas berwarna coklat kehitaman dengan bagian bawah berwarna putih.
  • Bentuk ekor: Murai ekor panjang memiliki ekor yang sangat panjang, sedangkan murai batu dan murai air memiliki ekor yang lebih pendek.
  • Suara kicauan: Setiap jenis burung anak murai memiliki suara kicauan yang khas dan bervariasi. Murai batu dikenal dengan suaranya yang lantang dan merdu, sedangkan murai air dan murai kapas memiliki suara kicauan yang lebih lembut.
  • Kemampuan menirukan suara: Semua jenis burung anak murai memiliki kemampuan dalam menirukan suara burung lain. Namun, murai batu memiliki kemampuan menirukan suara yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya.

Kesimpulan

Burung anak murai merupakan jenis burung kicauan yang populer dan memiliki beragam jenis. Setiap jenis memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing, mulai dari ukuran tubuh, warna bulu, bentuk ekor, suara kicauan, hingga kemampuan menirukan suara. Bagi pecinta burung, memelihara burung anak murai dapat menjadi hobi yang menyenangkan dan memberikan kepuasan tersendiri.