Mengenal Burung Ibis Jambul Jepang, Pernah Di Ambang Kepunahan

Gilakoi.com – Burung Ibis Jambul Jepang ( Nipponia nippon ), juga memiliki nama lain Ibis Jepang atau Toki Jepang. Ibis Jepang ini juga satu-satunya spesies burung yang berasal dari genus Nipponia keluarga Threskiornithidae atau ibis.

Jenis burung ini juga sudah punah dari sebagian besar habitat aslinya. Dari waktu ke waktu populasi burung ini terus mengalami penurunan. Hingga abad ke 20 ini jumlahnya diperkirakan hanya tinggal sekitar 500 ekor  saja yang hidup di alam bebas di Shaanxi, Republik Rakyat Tiongkok.

Ciri Fisik Burung Ibis Jambul Jepang

Ibis Jepang ini termasuk jenis burung yang berukuran besar. Ukuran panjang tubuhnya yaitu sekitar 76 cm, dan lebar sayap terbentang bisa mencapai 130 cm. Ciri khas yang paling menonjol dari burung ini adalah kulit bagian muka berwarna merah terang dan tidak ditumbuhi oleh bulu.

Di belakang kepalanya juga terdapat jambul yang berupa bulu putih panjang dan lebat. Tidak berbeda jauh dengan jenis burung ibis lainnya, Toki Jepang memiliki paruh panjang bengkok yang berwarna hitam dan bagian ujungnya berwarna merah.

Seluruh badan burung ibis ini juga ditutupi oleh bulu yang putih bersih. Dari musim semi sampai musim panas ketika sedang musim kawin, dari bagian leher akan mengeluarkan cairan sekresi dengan warna hitam.

Bulu yang ada di sekitar kepala sampai punggung akan dipenuhi dengan cairan sekresi ini sampai berwarna abu-abu. Warna abu-abu justru terlihat semakin pekat sesudah burung ibis ini mandi di air. Bahkan sesudah mandi, semua bulu di tubuhnya bisa menjadi berwarna kehitaman.

BACA JUGA :  Cara Burung Tledekan Liar Doyan Voer

Sisi bawah sayap Ibis Jepang ini terlihat berwarna merah muda. Kaki burung Ibis jambul Jepang ini berwarna merah terang dengan iris yang berwarna oranye. Pakan burung ini saat berada di alam liar yaitu berupa katak, kepiting, ikan kecil, juga jenis hewan kecil lainnya.

Perbedaan Ibis Jambul Jantan Dan Betina

Ibis Jepang yang jantan dan betina memiliki beberapa perbedaan yang cukup jelas. Untuk burung yang jantan ukurannya sedikit lebih besar, beratnya bisa mencapai 1.800 sampai dengan 2.000 gram. Sedangkan untuk yang betina beratnya hanya 1.450 sampai dengan 1.600 gram saja.

Burung ibis jantan memang makan lebih jika dibandingkan yang betina, dan kemungkinan bersifat juga memiliki sifat agresif. Untuk Ibis Jepang yang betina makan lebih sedikit, tenang, dan lebih takut terhadap manusia.

Perbedaan lainnya yaitu, untuk burung jantan bagian kepalanya berwarna merah yang sedikit lebih besar jika dibandingkan burung betina. Paruh burung jantan sekitar 18 cm, sedangkan untuk yang betina hanya sekitar 16 cm. Tak hanya itu saja, paruh burung jantan juga lebih tebal jika dibandingkan paruh burung betina.

Langkanya Burung Ibis Jambul Jepang

Ibis Jambul sekarang ini sudah diketahui cukup langka. Kelangkaan ini disebabkan karena penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga menyebabkan hilangnya sumber makanan dan habitatnya juga semakin berkurang. Di penangkaran burung ini juga hanya ada sedikit. Bahkan, sebelumnya burung ini pernah dinyatakan punah.

Namun, saat ini burung Ibis Jambul Jepang sudah terlihat ada kembali di alam liar. Bahkan, populasinya melonjak 1.000 kali lipat selama empat dekade akhir-akhir ini. Ibis yang merupakan spesies di ambang kepunahan di China ini sekarang sudah bangkit kembali. Bahkan, dari sebuah penelitian ditetapkan sudah ada lebih dari 7.000 burung ini di seluruh dunia pada abad ke 20 ini.