Fakta Burung Bangau Mahkota Merah, Kini Sudah Sangat Langka

Cherewed.com – Burung bangau mahkota merah atau bangau Jepang merupakan salah satu jenis burung bangau yang berukuran besar. Namun sayang sekali jenis bangau ini sudah sangat langka.

Burung yang dikepalanya memiliki mahkota merah ini juga dijadikan sebagai salah satu hewan yang disakralkan. Terutama masyarakat Asia Timur, termasuk di wilayah Tiongkok dan Jepang.  Bahkan burung ini juga dijadikan simbol keberuntungan dan kesetiaan.

Fakta Menarik Burung Bangau Mahkota Merah

Burung bangau mahkota merah merupakan jenis bangau yang memiliki ciri fisik yang cukup cantik. Tubuhnya yang tinggi dan besar ini menjadikannya tampak sebagai burung yang gagah dan elegan. Banyak sekali fakta menarik yang bisa Anda jumpai pada burung bermahkota merah ini.

Tergolong Spesies Bangau Terberat

Burung bangau memang sangat identik dengan ciri khas kaki panjang dan tubuh yang ramping. Begitu juga dengan bangau mahkota merah, dimana burung satu ini memiliki tinggi rata-rata bisa mencapai 158 cm. Berbeda dengan burung bangau yang ada di Indonesia seperti bangau sandang lawe yang ukurannya hanya 80an cm saja.

Lebar sayap burung bangau ini bisa mencapai 2,5 meter. Kemudian untuk berat tubuhnya antara 7 hingga 15 kg. Bahkan jenis bangau ini juga ditetapkan sebagai burung terberat dari spesies bangau yang bisa memiliki berat mencapai 17 kg.

Tak hanya memiliki kaki yang panjang dan bertubuh ramping, warna bulunya tampak putih dengan leher hitam sehingga bisa tampak anggun. Tumbuhnya bulu putih bersih tersebut nanti ketika bangau ini dewasa dan menggantikan bulu abu-abu atau kecoklatan.

BACA JUGA :  Cara Melatih Lovebird Ngekek Panjang Dengan Burung Tengkek Buto

Hidup Berkelompok Dan Monogami

Bangau mahkota merah ini juga termasuk jenis hewan yang berkelompok. Walaupun saat siang hari tidak selalu berburu atau terbang bersama koloni, akan tetapi di malam hari burung ini sering berkumpul untuk bertengger. Bahkan mereka akan saling berkomunikasi dengan mengeluarkan suara atau tarian.

Tak hanya berkoloni saja, burung bangau yang cantik ini juga dikenal monogami. Pada umumnya burung ini memiliki satu pasangan hidup. Satu ekor betina dewasa juga mampu menghasilkan satu atau dua butir telur. Akan tetapi yang mampu bertahan hidup hingga usia dewasa biasanya hanya satu ekor.

Bangau Terlangka Kedua Di Dunia

Habitat burung bangau mahkota merah saat ini sudah semakin berkurang, entah itu disebabkan karena perubahan iklim maupun dari aktivitas manusia. Tak hanya itu saja, telur yang dihasilkan jumlahnya juga sedikit di setiap musimnya. Tak heran jika jumlah mereka berkurang di setiap waktunya.

Burung tersebut juga ditetapkan sebagai spesies bangau paling langka kedua setelah bangau whooping yang ada di Amerika Utara. Maka dari itu, status burung ini adalah menjadi burung yang dilindungi.

Hidup Di Wilayah Basah Dan Rawa

Walaupun jenis burung ini populer di Asia Timur, tapi habitat burung ini berada di wilayah Rusia bagian tenggara, Mongolia, China timur laut, dan Jepang bagian timur. Bangau ini suka berada di daerah yang basah yang kaya akan air.

Ketika sedang memasuki musim dingin, bangau mahkota merah akan mencari makanan di daerah rawa air payau maupun air tawar dan area persawahan.

Burung ini mampu beradaptasi dengan baik terhadap suhu rendah. Akan tetapi, bangau ini akan segera bermigrasi ke lahan basah yang lebih hangat pada saat akan berkembangbiak. Akan tetapi, untuk burung bangau mahkota merah yang ada di Hokkaido, Jepang mereka tidak akan melakukan migrasi. Hal ini disebabkan karena tempatnya terpencil dan tersedia banyak makanan untuk bangau ini.