Burung Alpine Yang Bisa Terbang 6 Bulan Tanpa Henti

Cherewed.com – Burung Alpine merupakan jenis burun yang berkembang biak di pegunungan. Habitat dari burung ini banyak ditemukan di Eropa ke Himalaya. Seperti burung layang-layang pada umumnya, Alpine akan melakukan migrasi pada musim dingin lebih jauh ke Selatan Afrika.

Alpine termasuk ke dalam keluarga burung gagak. Dua suspensi Alpine berkembang biak di pegunungan tinggi Spanyol ke arah timur melalui Eropa Selatan dan Afrika Utara ke Asia Tengah dan Nepal.

Jenis burung satu ini sangat gemar dengan ketinggian. Sarang mereka cenderung akan lebih tinggi dari burung biasanya. Hal yang tidak kalah menarik dari Alpine adalah kemampuan terbang mereka yang sangat lama.

Kemampuan Terbang Burung Alpine Yang Menakjubkan

Alpine memiliki bulu hitam yang mengkilap dengan paruh berwarna kuning. Kaki burung cenderung berwarna merah dengan suara mereka yang khas. Burung ini memiliki cara terbang yang cukup unik.

Mereka akan melakukan terbang dengan akrobatik yang membuat bulu-bulu terbang mereka tersebar luas. Telur yang Alpine miliki sudah bisa beradaptasi pada atmosfer yang tipis yang bisa meningkatkan pengambilan oksigen dan mengurangi kehilangan air.

Jenis Alpine ini memiliki keunikan tersendiri. Ia bisa terbang secara tanpa henti dan istirahat selama 6 bulan lamanya. waktu itu tentunya bukan sebentar. Burung biasa mungkin bisa mati kelelahan karena jatuh.

Awalnya, para ilmuwan juga meragukan klaim kemampuan terbang burung ini. Sebab, penelitian mereka baru hanya berdasar kepada radar pelacakan. Radar tersebut memang menunjukkan burung Alpine swifts seringkali terbang saat malam hari.

Lalu, tm ilmuwan Liechty akhirnya mencoba untuk menempelkan sensor kecil buatan Universitas Bern. Sensor tersebut dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu pergerakan burung.

BACA JUGA :  Cara Menghasilkan Burung Lovebird Parblue Yang Berkualitas

Hasil penelitian tersebut sontak mencengangkan. Burung dapat terbang sambil menyambar makanan-makanan kecil berupa serangga. Tidak hanya itu, mereka juga dapat terbang sambil mengunyah.

Cara tersebutlah yang membuat mereka tetap bugar dalam perjalanan sejauh 3000 mill menuju Swiss saat imigrasi musim dingin.

Ciri-Ciri Alpine Dewasa

Burung Alpine dewasa memiliki ciri-ciri yang sangat khas. Bulu mereka berwarna hitam mengkilap dengan paruh kuning pendek dan iris coklat tua. Ukuran Alpine sedikit lebih kecil daripada Cough berwarna merak, yakni dengan panjang sekitar 37-39 cm.

Sedangkan ukuran ekor dari Alpine adalah 12-14 cm. Dibanding dengan ukuran tubuhnya, bentang sayap burung Alpine cukup besar, yaitu mencapai 75-85 cm.

Jenis kelamin dari Alpine sangat identik dengan penampilannya. Alpine jantan biasanya berukuran sedikit lebih besar dari betinanya. Alpine yang masih remaja akan cenderung berwarna lebih kusam daripada dewasa dengan warna kaki kecoklatan.

Meski masih termasuk ke dalam keluarga gagak, namun Alpine memiliki bentuk yang sangat berbeda. Mereka juga sedikit lebih besar dari pada gagak lain di wilayahnya.

Habitat Yang Tidak Biasa

Alpine akan bersarang di ketinggian 6.500 meter, lebih tinggi dari burung lain. Sarang mereka dapat ditemukan pada rongga dan celah permukaan batu yang tidak dapat diakses. Selain itu, pada musim dingin mereka lebih sering berkumpul di pemukiman manusia lainnya.

Kegemaran Alpine adalah menunggu di dekat jendela hotel sehingga para wisatawan akan memberi makan mereka. Alpine juga memiliki panggilan alarm ‘churr’ bergulir karena suaranya yang sangat khas.

Burung Alpine termasuk ke dalam binatang yang sangat setia. Mereka hanya akan memiliki satu pasangan selama hidupnya. Musim perkawinan mereka biasanya pada awal Mei. Sekali bertelur, Alpine betina akan menghasilkan 3 sampai 5 butir telur dengan warna krem atau hijau muda dengan corak coklat kecil dan akan menetas 14- 21 hari setelahnya.