Mengenal Burung Kring-Kring Bukit (Prioniturus Platurus) Dan Habitatnya

Cherewed.com – Burung Kring-Kring Bukit (Prioniturus platurus) merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok yang memiliki ciri khas hampir mirip dengan burung Nuri. Perlu Anda ketahui, jika burung ini mempunyai banyak nama di berbagai daerahnya.

Misalnya saja di Gorontalo, burung Kring-Kring ini disebut dengan Ili-ili. Sedangkan di Muna, burung ini dijuluki sebagai burung Katuli. Selanjutnya di Alfur burung ini sering disebut dengan Kuli-Kuli, dan di Minahasa biasa disebut dengan burung Kelit-Kelit atau Kring-Kring.

Ciri Khas Burung Kring-Kring Bukit

Ciri khas Kring-kring Bukit yang usianya sudah dewasa biasanya panjang tubuh sudah mencapai sekitar 28 cm. Selanjutnya, untuk berat badan burung ini sekitar 200 sampai dengan 225 gram.

Selain itu, untuk bulu tubuhnya sebagian besar berwarna hijau. Sedangkan, pada bagian penutup ekornya yang bawah tampak berwarna kuning.

Untuk burung Kring-Kring jantan dan betina ada perbedaan yang bisa kita lihat dengan jelas. Sehingga, cukup mudah untuk membedakannya. Kring-Kring Bukit yang jantan ciri khasnya yaitu adanya bercak pada bagian tengkuk yang berwarna biru keabu-abuan.

Sedangkan, untuk bagian mahkota belakang tampak berbintik merah.Nah, untuk pita mantel yang bagian atas tampak berwarna kuning jingga. Sedangkan, untuk mantel pada bagian bawah dan penutup sayap burung ini berwarna keabu-abuan.

Sementara, untuk burung Kring-Kring Bukit yang berjenis kelamin betina bagian tubuh atasnya tampak berwarna hijau sepenuhnya.

3 Subspesies Burung Kring-Kring Bukit

Perlu Anda ketahui, jika jenis burung ini memiliki 3 subspesies. Pertama yaitu Prioniturus platurus talautensis. Spesies ini karakteristiknya memiliki warna bulu yang lebih pucat. Kemudian, spesies ini juga banyak hidup di Kepulauan Talaud, terutama di wilayah Karakelang dan Salibabu.

BACA JUGA :  Cucak Ranting : Ciri, Jenis, Karakter, Perawatan, Makanan

Untuk spesies yang kedua yaitu Prioniturus platurus platurus. Spesies ini biasanya tersebar di Pulau Sulawesi, dan kepulauan yang ada di sekitarnya.

Sedangkan, spesies yang ketiga yaitu Prioniturus platurus sinerubris. Ciri khas dari spesies ini yaitu memiliki tubuh yang berukuran lebih kecil.

Untuk burung yang jantan tidak memiliki bintik merah di bagian mahkota belakang. Burung ini juga banyak hidup di Kepulauan Sula, terutama di wilayah Taliabu dan Mangole.

Habitat

Habitat burung Kring-kring bukit yaitu berada di daerah tepian hutan yang kondisinya lembab. Selain itu, burung ini juga suka berada di wilayah hutan, kebun serta hutan lumut yang ada di dataran rendah dengan ketinggian mencapai  2.000 m di atas permukaan laut.

Makanan Dan Perkembangbiakannya

Makanan utama Kring-Kring Bukit saat berada di alam liar yaitu buah, biji-bijian, dan bunga. Buah yang paling disukai burung ini yaitu buah Mangga.

Pada saat sedang mencari makan, biasanya burung ini akan hadir kelompok yang bisa mencapai hingga 20-an ekor. Akan tetapi, burung ini terkadang juga gemar berkeliaran dalam kelompok yang besar dalam jumlah ratusan.

Burung ini memang tergolong jenis burung yang terdengar berisik. Terutama pada saat sedang beterbangan mencari makanannya di pohon-pohon yang berbuah. Musim kawin atau perkembangbiakan burung Kring-Kring Bukit ini diperkirakan sekitar bulan Oktober.

Populasi

Untuk populasi burung Kring-Kring Bukit ini, menurut data Red List IUCN berada pada status LC atau Resiko Rendah. Kemudian, untuk status perdagangan internasional burung Kring-kring ini yaitu “Appendix II”. Jadi, jenis burung ini masih boleh diperdagangkan. Akan tetapi, harus dengan mengikuti peraturan tertentu yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, keberadaan burung ini perlu sekali dilestarikan agar tidak terjadi kepunahan di masa yang akan datang.