Mengenal Burung Kakatua Sumba Yang Sudah Hampir Punah

Cherewed.com – Burung Kaktua merupakan salah satu jenis burung yang cantik dan lucu. Banyak sekali jenis burung Kakatua yang bisa Anda jumpai di alam ini. Salah satunya adalah Burung Kakatua Sumba. Namun sayang sekali, burung ini sudah tidak sebanyak dulu lagi. Kini sudah jarang dijumpai.

Ciri Fisik Burung Kakatua Sumba

Ciri khas Burung Kakatua Sumba yang pertama yaitu memiliki bulu yang berwarna putih bersih.  Kemudian, di bagian pipinya berwarna kuning agak kejingga-jinggan.

Sama halnya dengan jenis burung Kakatua Jambul Kuning, Kakatua Sumba ini juga memiliki jambul yang sangat cantik. Jambul bagian depannya berbentuk melengkung. Uniknya, pada saat jambul ini diluruskan akan menjadi berwarna jingga.

Ada juga bulu-bulu berwarna kuning terdapat di bagian bawah sayapnya. Pada bagian matanya juga dikelilingi dengan kulit yang berwarna kebiru-biruan yang hampir menyerupai lingkaran.

Harus Anda ketahui, jika ada perbedaan yang bisa kita lihat dari warna iris mata burung Kakatua betina dan jantan. Untuk yang berjenis kelamin betina, warna iris matanya keabu-abuan ketika usianya memasuki 5 sampai 6 bulan.

Kemudian, pada saat memasuki usia 7 bulan warna iris matanya akan berubah menjadi kecoklatan. Untuk berat rata-rata Kakatua Sumba ini kurang lebih sekitar 350 gram.

Panjang tubuhnya kurang lebih sekitar 330 mm. Sedangkan untuk panjang rentang sayapnya mencapai 211 sampai dengan 245 mm. Ekornya sendiri memiliki panjang sekitar 98 sampai dengan 115 mm, dan panjang tungkainya 21 sampai 25 mm.

Populasi Dan Penyebaran Kakatua Sumba

Kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata) merupakan jenis burung cantik yang dulunya sering dijumpai di Pulau Sumba. Bahkan saking banyaknya jenis burung ini yang hinggap di pohon, pohonnya sampai terlihat penuh warna putih. Dari suatu penelitian pada tahun 1986 dikatakan bahwa jumlah burung ini hingga mencapai 12.000 ekor.

BACA JUGA :  Tips Jitu Merawat Burung Cecak Ijo Supaya Cepat Gacor

Dari tahun ke tahun populasinya semakin menurun. Pada tahun 1995, Dikatakan bahwa Burung Kakatua Sumba dinyatakan sebagai salah satu hewan yang sudah terancam punah. Bahkan jumlah burung yang hidup tinggal 1.000 sampai 2.000 ekor saja.

Habitat yang dijadikan sebagai tempat tinggal Kakatua ini sangat berpengaruh terhadap populasinya. Jika habitat burung ini berada jauh dari jangkauan manusia, tentu saja populasinya akan aman. Bahkan bisa terus bertahan dan berkembang biak.

Menurunnya populasi burung ini juga disebabkan banyaknya  masyarakat yang memburu dan menangkap burung Kakaktua ini secara liar untuk kepentingan perdagangan hewan. Sebab, jika dijual burung ini memiliki harga yang cukup tinggi. Tak heran jika banyak orang yang memiliki niat untuk memburunya.

Perilaku Spesies Kakatua Sumba

Kebiasaan burung Kakatua ini juga cukup unik. Biasanya pada saat sepasang burung kakaktua sedang hinggap di puncak pohon, mereka akan menjilati bulu masing-masing. Selain itu, mereka juga akan meluruskan sayap-sayap mereka, atau hanya sekedar bertengger saja.

Burung ini kerap terlihat bertengger di puncak pohon tertinggi. Ada juga yang terlihat meninggalkan pohon, namun tidak lama kemudian burung tersebut akan kembali.

Dalam perkembangbiakan burung ini akan membuat lubang di pohon-pohon. Lubang tersebut nantinya akan dijadikan sebagai sarang yang aman untuk Kakatua Sumba.

Banyaknya perburuan liar mengakibatkan populasinya kini menjadi terancam punah. Salah satu alasan dari banyaknya perburuan ini sebab keunikan dan kecantikan jambul kuning burung ini.

Bahkan sebagian masyarakat, khususnya petani menganggap jika Burung Kakatua Sumba ini merupakan hama. Sebab, burung ini kerap menyerbu dan memakan hasil pertanian berupa ladang jagung sampai gagal panen.