Burung Berkik Gunung Maluku, Jenis Burung Endemik Pulau Obi

Cherewed.com – Burung Berkik Gunung Maluku (Scolopax rochussenii) atau Moluccan Woodcock merupakan salah satu spesies endemik dari Pulau Obi, Maluku Utara.

Berbeda dengan jenis burung yang lainnya, burung ini memang jarang muncul ketika kondisi terang. Berkik Gunung ini biasanya hanya muncul sekilas saja pada saat waktu fajar dan senja. Biasanya burung ini akan muncul sekitar 21 menit saat pagi hari dan 13 menit ketika menjelang malam.

Ciri Khas Burung Berkik Gunung Maluku

Ciri khas burung Berkik Gunung Maluku (scolopax rochussenii) yaitu memiliki tubuh dengan ukuran sekitar 33 cm sampai dengan 40 cm. Selain itu, burung ini juga memiliki bulu tubuh yang berwarna pucat.

Ciri khas selanjutnya dari Berkik Gunung yaitu bagian kepala atau mahkotanya berwarna hitam. Tak hanya itu saja, bagian tengkuknya juga berwarna hitam dan berpalang pucat.

Mulai dari bagian mata sampai di bagian pangkal paruh terdapat garis hitam. Lalu, pada tubuh bagian atasnya juga berwarna hitam dengan disertai belang yang berwarna kuning kecoklatan.

Bagian paruh burung endemik Pulau Obi ini juga terlihat panjang dan cukup kuat. Burung ini memang lebih sering muncul saat malam hari jika dibandingkan siang hari.

Perjumpaan Berkik Gunung Maluku

Pakar ilmu alam yang berasal dari Jerman pertama kali membawa burung Berkik Gunung Maluku sejumlah satu specimen jantan dari Pulau Obi sekitar tahun 1862.

Setelah 150 tahun selanjutnya, hanya ada tujuh penampakan dari spesies ini yang telah berhasil dicatat. Diantaranya enam spesies dari Pulau Obi dan yang satu penampakan bisa diperoleh dari Pulau Bacan, yang lokasinya ada di sebelah Pulau Obi.

BACA JUGA :  Tips Dan Cara Mudah Budidaya/Ternak Koloni Lovebird Bagi Pemula Terlengkap

Berkik Gunung Maluku ini merupakan jenis burung endemik dari Pulau Obi. Selama masa penelitian di tempat ini, sejumlah pakar telah berhasil merekam 51 kali penampakan spesies burung ini sepanjang dua bulan masa penelitian yang dilakukan di wilayah Maluku Utara.

Ini menandakan adanya kemajuan yang cukup baik untuk burung Berkik ini. Sebab, dari catatan sebelumnya para ahli hanya bisa menjumpai jenis burung ini sebanyak 10 kali saja sebelum ekspedisi ini dilakukan.

Para pakar menilai, jika kondisi habitat dari burung endemik Pulau Obi ini sudah jauh lebih sehat daripada perkiraan mereka dulunya.

Suara

Burung ini memiliki suara yang cukup unik. Sebab, dikatakan jika suara yang dikeluarkannya mirip sekali dengan suara belalang. Perbedaannya jika burung ini hanya memiliki suara yang pendek-pendek saja.

Populasi

Jika menurut kalkulasi dari para ahli, masih ada sekitar 9,500 individu burung Berkik Gunung Maluku yang masih hidup di alam liar yang ada di Pulau Obi.

Spesies yang hidup di dataran rendah ini justru lebih banyak memilih hidup di dataran tinggi tepatnya di Pulau Obi yang lokasinya berada pada bagian tengah pulau ini.

Akan tetapi, keadaan alam yang ada di Pulau Obi sekarang ini memberikan tantangan yang cukup berat untuk populasi burung Berkik Gunung ini.

Burung ini pun hanya terlihat sesekali saja sambil terbang melintasi udara pada sela-sela kanopi hutan. Bahkan, burung ini hanya terlihat beberapa menit saja pada saat matahari terbit dan senja ketika pencahayaan lokasi sedang sangat sulit.

Jarang munculnya burung ini menjadikan para peneliti cukup sulit untuk mendapatkan foto-foto burung yang berwarna pucat kecoklatan ini. Meskipun begitu, populasi burung Berkik Gunung Maluku ini perlu dijaga agar tidak punah dan tetap lestari di alamnya.