Penyebab Kematian Mendadak Pada Burung Kenari dan Finch

Cherewed.com – diartikel sebelumnya admin telah memberikan informasi mengenai 6 Jenis Burung Finch Yang Paling Banyak Penggemarnya, dan dikesempatan ini juga admin akan memberikan informasi mengenai Penyebab Kematian Mendadak Pada Burung Kenari dan Finch, masalah ini tentunya pernah dialami bagi para pecinta burung finch.

Kematian mendadak pada burung kenari dan finch biasanya terjadi akibat penyakit yang dideritanya. sebelum mengalami kematian mendadak, burung sebenarnya sudah sakit terlebih dulu, baik yang disebabkan oleh agen penyakit berbentuk virus, bakteri, jamur, maupun parasit. Sebagian termanifestasi melalui gejala klinis yang muncul atau dapat kita lihat, namun sebagian lagi terkadang tidak muncul.

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar, burung pun pandai menyembunyikan kondisi kesehatannya. Sekilas tidak masuk akal, tetapi sebenarnya logis juga. Di alam liar, burung tidak mau terlihat sakit, baik di depan burung sejenis maupun burung jenis lainnya. Dengan memperlihatkan kondisinya yang sakit, maka dia akan menjadi bulan-bulanan burung lain.

Adapun penyakit paling sering mengakibatkan kematian mendadak pada burung kenari dan finch adalah infeksi pernafasan. Penyakit ini biasanya muncul pada pergantian musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya. Masa peralihan ini disebut pancaroba, dan sebentar lagi akan terjadi di Indonesia.

Beberapa gejala klinis dari burung kenari dan finch yang mengalami infeksi pernafasan antara lain :

  • Burung sering mengembangkan bulu-bulunya, sehingga bulunya terlihat acak-acakan. Jadi, ketika Anda menjumpai burung dalam kondisi seperti ini (bukan hanya kenari dan finch saja), sebaiknya cepat tanggap dan segera memberi pertolongan pertama.
  • Burung lebih sering tidur daripada biasanya, terutama pada saat hari terang di mana ia seharusnya banyak bergerak.
  • Burung mendadak kurang aktif, hanya berdiam diri di atas tangkringan, atau lebih sering berdiam di dasar sangkar. Istilah dalam bahasa Jawa, burung nyekukruk.
  • Nafas burung tersengal-sengal atau terengah-engah, seperti menahan sakit.
  • Kotoran burung sering berwarna kekuningan, putih, atau bening.
  • Area di sekitar dubur tampak basah. Tengara yang satu ini cukup akurat untuk mendeteksi apakah burung sakit atau sehat. Jika sehat, daerah di sekitar dubur cenderung kering dan bersih.
BACA JUGA :  Cara Mengatasi Burung Murai Batu Bersuara Ngeban/Ngukluk

Para peternak maupun pemilik burung kenari dan finch biasanya memberikan pertolongan pertama dengan menempatkan burung dalam kandang karantina yang bagian atasnya diberi lampu penghangat. Tapi faktanya, pemberian lampu ini justru mengakibatkan penyakit infeksi pernafasan makin bertambah parah.

Karena itu, khusus untuk infeksi pernafasan, dokter hewan di Eropa justru tidak menyarankan penggunaan lampu pemanas bagi burung yang sedang sakit. Sebab temperatur di dalam sangkar yang bertambah panas bisa membuat penyakitnya jadi bertambah parah, yang bisa berakhir dengan kematian mendadak.

Penggunaan kandang karantina yang disertai lampu penghangat tetap bermanfaat bagi burung yang menderita sakit di luar infeksi pernafasan. Burung kenari atau finch yang terkena flu akibat cuaca dingin, misalnya, bisa diterapi dengan cara ini.

Penyebab infeksi pernafasan pada burung kenari dan finch sebenarnya sangat banyak.

Kalau Anda menjumpai kenari / finch dalam kandang ternak maupun sangkar mengalami gejala klinis seperti dijelaskan di atas, maka tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah memindahkan burung tersebut ke kandang karantina.

Letakkan kandang karantina ini jauh dari kandang / sangkar burung yang masih sehat. Ingat, kandang karantina tak perlu dilengkapi dengan lampu pemanas. Usahakan burung berada dalam ruangan dengan suhu kamar.

Demikianlah informasi yang dapat admin sampaikan mengenai Penyebab Kematian Mendadak Pada Burung Kenari dan Finch, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kalian semuanya. salam kicau mania