Memahami Kondisi Birahi Pada Burung Anis Kembang

Cherewed.com – Burung Anis kembang atau yang biasa kita kenal dengan sebutan punglor kembang atau juga anis cacing hidup di hutan-hutan Asia Tenggara. burung ini  termasuk spesies burung kicau dalam famila Turdidae. burung ini juga tergolong kedalam jenis burung yang pandai menirukan suara masteran burung lain dengan suara merdu.

Burung Anis Kembang nyaris tidak pernah berhenti bunyi selama tidak dikerodong atau diletakkan di tempat gelap. Namun, burung yang memilki nama latin Zoothera Interpres dan Chestnut-Capped Thrush dalam bahasa inggrisnya pernah mencapai puncaknya sekitar akhir 1990 atau awal 2000.

Bagian terpenting dalam perawatan burung kicau, khususnya burung anis kembang, adalah mampu mengenali kondisinya secara baik. Hal ini meliputi pengenalan karakter, pengamatan kondisi fisik dan mental, serta memahami perubahan perilaku sesuai dengan tingkat birahi burung tersebut.  Salah satu faktor yang mendukung penampilan burung anis kembang di rumah maupun di lapangan adalah kondisi birahinya. Anis kembang yang memiliki kondisi birah stabil tentu mampu tampil maksimal ketimbang burung yang kurang birahi atau justru terlalu overbirahi.

Faktor birahi tersebut umumnya berkaitan dengan perawatan hariannya, terutama pemberian pakan tambahanextra fooding. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami kondisi birahi burung peliharaanya, sehingga bisa memberikan perawatan yang tepat.

Dan simaklah Memahami Kondisi Birahi Pada Burung Anis Kembang berikut ini :

Memahami kondisi anis kembang yang kurang birahi

Ada beberapa penyebab burung anis kembang kurang birahi, antara lain umurnya masih muda atau bakalan, perawatan yang kurang tepat (khususnya masalah EF), dan sebagainya.

Ciri-ciri anis kembang yang kurang birahi antara lain :

  • Bulu-bulunya kerap mengembang, sehingga tubuhnya terlihat seperti gemuk / membulat.
  • Tubuhnya terlihat sering bergetar.
  • Kotorannya cenderung berbentuk pasta, dengan ukuran lumayan besar.
  • Burung menjadi jarang berbunyi. Jika didekati akan berubah manja, sambil menggetarkan kedua sayapnya.
  • Jika dipertemukan dengan burung betina, anis kembang jantan hanya diam saja, atau mau ngidang sebentar setelah itu kembali membulatkan badannya. Dalam kasus lain, ada juga burung yang cenderung menyerang betinanya.
  • Ketika dilombakan, anis kembang yang kurang birahi cenderung diam, tidak mau berbunyi. Kalau pun bunyi, hanya sesekali mengeluarkan suara ngeplongnya. Tetapi sebagian besar waktu hanya dilewati dengan berdiam diri saja.
BACA JUGA :  Cara Melatih Lovebird Ngekek Panjang Dengan Burung Tengkek Buto

Memahami kondisi anis kembang dengan birahi tinggi

Istilah birahi tinggi digunakan untuk menyebutkan kondisi anis kembang yang mengalami birahi tinggi, tetapi masih berada dalam ambang batas aman, alias belum mencapai over birahi. Pada kondisi ini, anis kembang akan cenderung berperilaku sebagai berikut :

  • Ketika ditrek dengan anis kembang jantan lainnya, burung terlihat gelisah, misalnya naik-turun tangkringan atau berputar-putar di dalam sangkar. Ada juga burung yang berusaha mengejar-ngejar lawannya.
  • Ketika dicas dengan AK betina, burung langsung ngerol. Tetapi begitu dipisahkan, burung tersebut cenderung mengejar-ngejar betinanya. Selain itu, ada juga burung yang berperilaku gelisah dan mendesis.
  • Ketika dipertemukan dengan lawan mainnya, AK tersebut langsung start. Namun beberapa waktu kemudian, perilakunya berubah menjadi nakal dan tidak mau meneruskan suara kicauannya / ngerol.
  • Dalam kasus lain, sering ditemukan AK yang dipertemukan dengan lawan mainnya langsung start dan dilanjut dengan ngerol di dasar sangkar.
  • Burung cenderung ngerol, namun suaranya tidak maksimal seperti biasanya.
  • Ketika bertemu dengan lawan mainnya, biasanya burung lebih banyak diam, banyak ulah / nakal, dan jarang bunyi. Tetapi setelah lomba, burung langsung ngerol dengan suara kencang, bahkan selama dalam perjalanan pulang.

Ciri-ciri anis kembang yang mengalami OB antara lain :

  • Ketika berada di rumah, burung yang semula rajin ngerol dengan suaranya yang lantang, mendadak jadi jarang mengeluarkan suara tersebut, dan cenderung terlihat ngidang-ngidang saja, sambil mengigit pakannya / EF. Dalam kasus lain, ada juga burung yang menggigit cepuk pakan maupun jeruji sangkarnya.
  • Perilaku burung cenderung berubah galak, apalagi ketika merasa lapar.
  • Saat dilombakan, AK cenderung ngerol dengan volume pelan dan paruh yang tidak terbuka lebar. Terkadang disertai anggukan kepala, diikuti dengan perilaku nakal selama lomba berlangsung.
  • Ketika dipertemukan dengan AK jantan lainnya, burung cenderung berperilaku galak, atau terlilhat mengejar-ngejar burung lainnya.
  • Ketika dipertemukan dengan AK betina, burung langsung ngidang dengan bulu ekor dinaikkan dan bulu sayap diturunkan, sambil melompat atau berputar di dalam sangkar.
BACA JUGA :  Cara Mengatasi Cucak Ijo Melet Dengan Cepat

Demikianlah artikel yang dapat admin sampaikan mengenai Memahami Kondisi Birahi Pada Burung Anis Kembang, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi anda yang memiliki burung peliharaan anis kembang dirumah. salam kicau mania.