Kenapa Burung Kacer Menjadi Pendiam atau Hanya Ngeriwik Saja?

Cherewed.com – Burung kacer merupakan salah satu jenis burung kicau yang sangat aktif dan memiliki sifat yang agresif. bisa dibilang burung ini memiliki kesamaan dengan sifat burung murai batu dan burung cendet. burung ini juga merupakan burung petarung dan burung yang aktif ditandai dengan rajin berkicau/berbunyi. namun burung kacer selalu saja mendadak menjadi pendiam, yang tadinya rajin berbunyi. lalu apa penyebab burung kacer menjadi pendiam?

Di alam liar, burung kacer adalah burung teritorial, yaitu burung yang akan berjuang mati-matian menjaga wilayah teritorial atau kekuasaannya dari burung lain. Naluri petarung juga muncul ketika burung kacer sedang mencari pakan untuk bertahan hidup. Selain itu, sifat agresifnya akan diperlihatkan saat mencari pasangan.

Dalam perawatan manusia, burung kacer bisa didesain agar memiliki energi dan stamina cukup, selalu fit, dengan memberikan perawatan harian yang tepat dan rutin, termasuk pemberian pakan dengan takaran tepat, dan pemberian multivitamin untuk mendukung kondisi tubuhnya. Burung kacer yang memiliki gaya tarung bagus dan suara bervariasi, namun jika dirawat sembarangan, tentu mudah ngedrop ketika ditarungkan, lantaran kondisi fisik dan mentalnya tidak memadai.

Selain kondisi tersebut, banyakpara penggemar burung kacer yang mengeluh burung kacernya lebih sering diam, tak mau bunyi, atau kalau bunyi hanya ngeriwik saja. Banyak sekali penyebabnya, termasuk yang berkaitan dengan perawatan hariannya. Hal lain yang cukup penting dalam perawatannya adalah mandi. Jika kacer jarang mandi secara rutin, hal ini juga bisa menyebabkan burung lebih banyak diam atau hanya ngeriwik saja.]

Berikut ini beberapa faktor lain yang sering terjadi pada kacer yang sering diam, atau hanya bersuara ngeriwik saja :

BACA JUGA :  Mengetahui Perbedaan Burung Murai Batu Malaysia Dan Murai Batu Medan Paling Akurat

1. Burung masih berumur muda

Burung kacer masih berumur muda cenderung masih mempelajari lingkungan sekitarnya, dan mempelajari lagu-lagu yang dimilikinya. Burung ini biasanya lebih sering bersuara pelan atau ngeriwik, lantaran masih kurang pede untuk bersuara lebih kencang. Untuk itu, pastikan asupan vitamin telah ditambahkan dalam menu hariannya. Selain itu, untuk perawatan harian, berikan extra fooding (EF) yang memiliki kadar protein tinggi seperti jangkrik, kroto, atau belalang. Setiap dua hari sekali, berikan porsi EF lebih banyak daripada takaran normal.

2. Burung belum beradaptasi dengan lingkungan sekitar

Ini hampir selalu dialami para penggemar burung yang baru mendapatkan kacer bahan dari pasar burung, bukan dari penangkaran. Dibutuhkan waktu cukup lama agar burung bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, yaitu di sekitar rumah Anda. Proses adaptasi ini bisa memakan waktu lebih cepat atau lebih lama, tergantung kondisi dan penanganan.

3. Burung bakalan hutan yang masih liar

Burung kacer bakalan hutan yang masih liar tentu memiliki rasa takut yang berlebihan dalam lingkungan manusia. Karena itu, burung belum berani berkicau seperti ketika masih di alam liar. Untuk mengatasinya, Anda mesti melakukan proses penjinakan terlebih dulu.

4. Burung tak nyaman melihat burung lain

Burung kacer merasa tidak nyaman dengan burung lain yang dekat dengan sangkarnya. Kondisi ini juga menjadi penyebab kenapa kacer tidak mau berbunyi atau lebih banyak diam, padahal sebelumnya sangat rajin bunyi.

Ada beberapa burung kacer yang merasa tidak nyaman jika digantung berdekatan dengan burung jenis lain yang memiliki suara yang cukup keras atau gacor. Burung kacer seperti ini biasanya mudah stres, sehingga malas berkicau. Solusinya, buatlah burung senyaman mungkin dengan menjauhkannya dari burung lain yang memiliki suara keras atau berisik.

BACA JUGA :  5 Cara Tepat Merawat Burung Sirtu Macet Bunyi Supaya Cepat Gacor

Demikian informasi yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat. dan anda juga dpat membaca artikel lainnya mengnenai tips seputar burung di situs cherewed.com.